Sumber foto: wikimedia |
Restorasi.id - PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), mengelola kawasan indusri seluas 332 hektar di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, 563 hektar di Kabupaten Pasuruan, hingga tahun 2021 pemerintah Indonesia memegang 50 persen saham perusahaan ini, untuk pemerintah Jawa Timur dan Kota Surabaya masing-masing memegang 25 persen.
Waki Ketua Komisi VI DPR RI, Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung, mangunjungi PT SIER untuk melihat kondisi aktual dari perusahaan pelat merah itu dan strategi untuk berinovasi di masa depan.
Waki Ketua Komisi VI DPR RI, Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung, mangunjungi PT SIER untuk melihat kondisi aktual dari perusahaan pelat merah itu dan strategi untuk berinovasi di masa depan.
Baca juga: Pelaku Mutilasi di Bekasi Sudah Tertangkap
Upaya ini sebagai bentuk antisipasi, karena situasi pandemi masih berlangsung dan ini menyebabkan level resiko dan tingkat kerugian finansial yang dialami banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kondisi ini tentu membutuhkan upaya pengendalian dan langkah mitigasi yang sistematis dan terintegrasi," ujar Martin saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Penyehatan dan Restrukturisasi BUMN Senin, (29/11/2021)
Dalam kunjungan kerja ini, Panja melihat secara langsung kondisi existing serta rencana SIER untuk mendorong kemjuan bisnisnya. Menurut Martin, agar kawasan industri ini tidak terpaku pada jual-beli tanah dan menjadi tuannya saja. Namun, diharapkan mampu berperan penting bagi rantai suplai (supply chain) industri di Jawa Timur.
Baca juga: Patriot Desa, Ubah Cangkang Telur Jadi Nilai Ekonomis
Menurutnya BUMN harus mampu menciptakan inovasi dan kontribusi positif dalam melakukan penguatan kerja finansial perseroan, "Apalagi kawasan industri seperti ii harus berpikir jangan hanya business as usual, Sebab seluruh BUMN harus berinovasi dalam strategi jangka menengah dan panjang kedepannya" terang Maertin.
Upaya ini sebagai bentuk antisipasi, karena situasi pandemi masih berlangsung dan ini menyebabkan level resiko dan tingkat kerugian finansial yang dialami banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kondisi ini tentu membutuhkan upaya pengendalian dan langkah mitigasi yang sistematis dan terintegrasi," ujar Martin saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Penyehatan dan Restrukturisasi BUMN Senin, (29/11/2021)
Dalam kunjungan kerja ini, Panja melihat secara langsung kondisi existing serta rencana SIER untuk mendorong kemjuan bisnisnya. Menurut Martin, agar kawasan industri ini tidak terpaku pada jual-beli tanah dan menjadi tuannya saja. Namun, diharapkan mampu berperan penting bagi rantai suplai (supply chain) industri di Jawa Timur.
Baca juga: Patriot Desa, Ubah Cangkang Telur Jadi Nilai Ekonomis
Menurutnya BUMN harus mampu menciptakan inovasi dan kontribusi positif dalam melakukan penguatan kerja finansial perseroan, "Apalagi kawasan industri seperti ii harus berpikir jangan hanya business as usual, Sebab seluruh BUMN harus berinovasi dalam strategi jangka menengah dan panjang kedepannya" terang Maertin.